HIDUP BERKENAN DI HADAPAN ALLAH

Super Admin 29 Maret 2026 0 dibaca
"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." (Ibrani 11:6)

Di tengah dunia yang semakin modern, tantangan iman menjadi semakin nyata. Banyak orang mulai merasa mampu hidup tanpa Tuhan karena merasa segala kebutuhannya dapat dipenuhi sendiri. Akibatnya, moralitas merosot dan banyak orang hidup seolah-olah Tuhan tidak ada.

Lantas, bagaimana kita dapat membangun hidup yang benar-benar berkenan di hadapan Allah?

1. Percaya Sepenuhnya Bahwa Allah Ada
Langkah pertama untuk berkenan kepada Allah adalah memiliki keyakinan teguh akan keberadaan-Nya. Banyak orang di akhir zaman ini mungkin secara lahiriah beribadah, namun hati mereka jauh dari Tuhan. Mereka hidup dalam dosa dan hawa nafsu seolah-olah Tuhan tidak melihat perbuatan mereka. Hidup yang berkenan dimulai ketika kita menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap detik kehidupan kita.

2. Sungguh-Sungguh Mencari Dia
Allah menjanjikan upah bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari-Nya. Upah tersebut bukan hanya berkat materi atau penyertaan dalam pergumulan, melainkan upah yang jauh lebih besar: Hidup Kekal bersama Yesus Kristus.

Bagaimana kita tahu bahwa seseorang telah sungguh-sungguh mencari Tuhan? Berikut adalah tanda-tandanya:

1. Adanya Perubahan Hidup
Setiap orang yang menemukan kebenaran melalui doa dan firman pasti mengalami transformasi. Hidupnya diubahkan dari hari ke hari hingga semakin serupa dengan Kristus (Yohanes 8:31-32). Karakter dasarnya akan terlihat jelas: lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:28). Hatinya menjadi mudah diajar dan selalu mengandalkan Tuhan.

2. Menjadi Berkat Bagi Sesama
Iman yang sejati pasti berdampak. Seseorang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri. Hidupnya diisi untuk menguatkan yang lemah, menolong yang kesusahan, dan membimbing jiwa-jiwa datang kepada Tuhan. Jika hidup kita belum berdampak bagi sesama, mungkin kita masih terlalu mengasihi diri sendiri daripada mengasihi Tuhan.

3. Merindukan Tanah Air Surgawi
Hati orang yang mencari Tuhan tidak akan melekat pada kemegahan dunia yang fana (2 Petrus 3:10). Ia menyadari bahwa dirinya hanyalah "orang asing dan pendatang" di bumi ini. Kerinduan terbesarnya adalah tanah air surgawi—tempat di mana tidak ada lagi air mata dan kematian, melainkan sukacita kekal bersama Bapa.

Penutup
Mari kita evaluasi diri: Apakah hidup kita sudah berdampak? Apakah karakter kita sudah mencerminkan Kristus? Jangan biarkan dunia ini mengalihkan pandangan kita dari upah surgawi yang telah dijanjikan-Nya.

Amin.
Bagikan Artikel Ini