MILIKI IMANNYA YESUS

Super Admin 29 Maret 2026 0 dibaca
"Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: 'Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.' Yesus menjawab mereka: 'Percayalah kepada Allah!'" (Markus 11:21-22)

Petrus sangat terkejut melihat pohon ara yang dikutuk Yesus sehari sebelumnya telah menjadi kering. Padahal, saat Yesus mengucapkan kutukan tersebut, secara kasat mata tidak ada perubahan apa pun yang terjadi pada pohon itu.
Melalui peristiwa ini, Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat penting tentang iman yang mendatangkan kuasa Allah. Dalam terjemahan Young's Literal Translation (YLT), kalimat "Percayalah kepada Allah" ditulis sebagai "Have faith of God!", yang berarti: "Miliki iman Allah!"

Lantas, bagaimana kita sebagai pengikut Kristus dapat memiliki iman seperti Yesus? Berikut adalah tiga langkah utamanya:

1. Percaya Bahwa Apa yang Kita Katakan Akan Terjadi
Dalam Markus 11:23, Yesus berkata:
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya."
Syarat utamanya adalah hati yang tidak bimbang. Orang yang bimbang tidak akan tenang hidupnya dan sulit menerima sesuatu dari Tuhan (Yakobus 1:6-8). Iman dalam hati harus selaras dengan ucapan mulut—inilah yang disebut Pengakuan Iman. Hati dan mulut tidak boleh berbeda; jangan sampai mulut berkata percaya, namun hati masih menyimpan kekhawatiran.

2. Percaya Bahwa Kita Telah Menerimanya
Yesus melanjutkan pengajaran-Nya dalam Markus 11:24:
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."
Mungkin kita bertanya: Bagaimana bisa percaya sudah menerima padahal belum melihat wujudnya? Itulah hakikat iman. Iman adalah percaya meskipun belum melihat. Yesus mengingatkan Tomas: "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!" (Yohanes 20:29).

3. Percaya Penuh pada Perkataan Tuhan
Sering kali kita sulit percaya karena situasi di depan mata tampak tidak berubah. Namun, Yesus menegaskan dalam Yohanes 10:25 bahwa pekerjaan-pekerjaan yang Ia lakukan adalah bukti otoritas-Nya. Ia mengusir setan, menyembuhkan penyakit, membangkitkan orang mati, hingga mengalahkan maut.
Sama seperti pohon ara yang tidak langsung terlihat kering saat itu juga, namun keesokan harinya kering hingga ke akarnya, demikianlah firman Tuhan bekerja. Percayalah pada janji-Nya, meskipun saat ini Anda belum melihat perubahan apa pun. Perkataan Tuhan tidak pernah kembali dengan sia-sia.

"Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." (Yesaya 55:11)
Amin.
Bagikan Artikel Ini